A. Bijak Dalam Memberikan Data Pribadi Di Medsos
Peraturan Perlindungan Data Pribadi (PDP) RI hingga saat ini masih dalam pembahasan,
seperti PP 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE).
Institusi atau Perusahaan yang mengelola data base pribadi konsumen atau pengguna yang
biasa disebut Data Controller disingkat menjadi DCO. DCO bertanggung jawab melindungi
Data Pribadi Konsumen sebagai pemilik data. Setiap perlakuan terhadap Data dari seorang
klien harus diberikan secara bebas atau berdasarkan keinginan atau tanpa tekanan dengan
kata lain harus dengan persetujuan dan ijin dari klien pemilik data.
Seorang pengguna sosmed, website atau konsumen ecommerce (Data Subject) memiliki hak
privasinya:
- Agar Data Pribadi (Personal) dihapus (delete) atau diremajakan (up to date);
- Agar Data Pribadi (Privasi) dilindungi kerahasiaannya seperti informasi yang dapat mengidentifikasi (identifier): Nama, nomor ID, lokasi data, atau identifikasi dari faktor seperti fisik, genetik, mental, agama, sosial, budaya dan ekonomi seseorang
- Agar perekaman, pengambaran dan analisa atas profile suatu objek harus seijin (consent) Data Subjek tersebut termasuk segala bentuk personalisasi, prediksi mengenai kinerja, pekerjaan, ekonomi, keuangan, kesehatan, referensi personal, interest, hobby, kelakuan, lokasi dan pergerakannya.
Tips Akutabilitas Perusahaan (DCO) Menjaga Data Pribadi Konsumen atau Masyarakat:
- DCO wajib menjaga Keamanan terhadap Pembocoran Data Pribadi ( Data Breach). Jika terjadi musibah pembocoran data harus segera melaporkan dalam waktu 72 jam setelah mengetahui (discovery).
- DCO memproses data konsumen dengan cara Sah, tidak melanggar hukum, fair (adil) dan transparan terhadap konsumen untuk tujuan spesifik, jelas/eksplisit, valid & sah, sesuai dengan tujuan yang sudah disepakati oleh konsumen.
- DCO menjamin ketepatan, akurasi data konsumen, tidak kadaluwarsa, up to date terus diperbarui, sesuai tujuan penyimpanan data yang disetujui oleh konsumen.
- DCO menjamin Lokasi & format penyimpanan atau database disetujui konsumen dan UU yang berlaku.
- DCO menjaga integritas (tidak rusak dan hilang) data dan kerahasian (confidentiality) data subjek dengan enkripsi, password dll.
B. Penggunaan Enkripsi Untuk Menjaga Integritas Data
Enkripsi (Encryption) adalahsuatu proses untuk merahasiakan berita agar pihak yang
tidak berwenang tidak dapat membaca dan mengerti isi berita. Sebuah konversi dari tulisan
yang bisa dibaca manusia (plain text) menjadi tulisan yang diacak (cypher text) menggunakan
kunci (key). Namun enkripsi dapat dikembalikan dengan dekripsi (decryption) ke tulisan
original (plain text) menggunakan kunci (key).
Kriptanalisis (Cryptanalysis) adalah suatu cara untuk mendapatkan kembali informasi
yang telah dienkripsi.Kadang melalui proses berulang kali, (salah satu cara dengan Brute
Force Attack yaitu serangan yang mencoba semua kemungkinan rangkaian kunci password)
oleh peretas enkripsi. Kunci simetris artinya hanya satu kunci untuk mengunci (enkripsi) dan
membuka (dekripsi). Asimetris jika ada dua kunci, kunci privat yang harus selalu
disimpan/rahasia dan kunci publik/umum yang diumumkan di website misalnya dan
digunakan oleh mitra transaksi anda untuk membuka (dekripsi) transaksi atau berita.
Tips mengapa email atau data transaksi perbankan harus dienkripsi jika ingin aman?
Upayakan agar email text atau transaksi itu dijaga:
- Kerahasiannya (Confidential) terhadap upaya penyadapan;
- Integritasnya (integrity) agar data tidak diubah, dihapus, diganti;
- Otentikasi (Authentication) dari data agar pengirim ter verifikasi, tidak anonim dan jelas. Certificate Authority (CA) adalah pihak ketiga yang membuat, memverifikasi publik & private key (kunci privat) untuk menjaga otentikasi pemiliknya.
C. Tangkis Konten Negatif dan Kecanduan
Konten-konten negatif seperti pornografi banyak berseliweran di Internet dan membahayakan
pertumbuhan dan pikiran. Meskipun pemerintah sudah melakukan penyensoran satu situs,
namun tumbuh 1000 situs baru, karena sifat Internet yang tanpa batas dan industri pornografi
yang booming. Berikut tipsnya bagi Orang Tua dan Guru:
- Mengedukasi agar anak-anak dan remaja menjauhi konten pornografi (namun juga pornoaksi, SARA, narkoba, dunia hitam dark web/deep web). Memberikan rasa tanggung jawab dan kepercayaan agar melakukan halhal yang positif seperti kursus dan kegiatan ekstra kurikuler sekolah, sehingga mereka tidak kecanduan menggunakan konten Internet dan Sosmed.
- Mendidik anak-anak agar mengetahui bahwa Indonesia adalah negara hukum, yang memiliki hukum dan sangsi terkait pornografi, yang diatur dalam UU Pornografi No 44/2008 dan UU ITE No 11/ 2008. Penyebarluasan muatan yang melanggar kesusilaan, pornografi melalui Internet diatur dalam pasal 27 ayat 1 UU ITE mengenai Perbuatan yang dilarang dan dikenakan pidana penjara hingga enam tahun dan/atau denda hingga Rp 1 milyar.
- Menemani anak-anak ketika sedang mengakses Internet atau letakan laptop atau perangkat lainnya di tempat yang terjangkau dari pengawasan orang tua.
- Menggunakan alat pengontrol internet yang aman di gawai dan memonitor apa saja yang si-kecil lakukan di gawainya seperti apa yang ditonton atau games yang dimainkan memanfaatkan fitur Parental Control.
- Memberi batas waktu bermain Internet kepada anak-anak, untuk mencegah anakanak kecanduan bermain Internet.
D. Menghindari & Menangkal Spam, Malware, Ransomware, Virus & Spyware
- Rajin Update Sistem Malware/virus selalu mencari kelemahan (vulnerability) di setiap sistem agar bisa dibobol. Sistem operasi, software anti virus komputer dan smartphone harus diperbarui (update) sesuai rekomendasi pabrik, sehingga sistem keamanan sudah menggunakan sistem yang terbaru dan sudah diuji coba terhadap malware versi sebelumnya
- Gunakan & Update Anti Virus (AV)/ Anti Spam atau Anti Spyware/Worm untuk PC, Gawai dan Smartphone, agar selalu mempunyai penangkal virus/spam terbaru. Scan secara menyeluruh dan berkala untuk mencegah program malware, virus, spam, worm yang ingin masuk ke dalam komputer/smartphone anda
- Backup dokumen, foto atau berkas penting lainnya ke flashdisk, harddisk cadangan (offline) atau ke layanan google dropbox (online). Agar memiliki data cadangan. Jika data anda hilang karena virus atau di sandera oleh ransomware yang meminta uang tebusan, maka dapat dipulihkan (recovery) dengan data backup
- Jangan klik link web atau download file yang tidak dikenal. Karena dapat membangunkan malaware, virus, ransomware yang ada di file yang didownload atau attachment yang diklik, konsekwensinya data dalam gawai anda sudah terkontaminasi, termasuk daftar alamat (address book) digunakan oleh peretas untuk fase duplikasi malware dan penyebaran berikutnya
- Berhati-hati gunakan wfi public. Terutama jika anda ingin melalukan transaksi keuangan, perbankan, ecommerce, credit cards serta aplikasi yang kritis dan strategis
- Tidak gunakan perangkat pribadi di tempat bekerja, untuk memproses pekerjaan perusahaan
E. Cara Penjagaan Berlapis Serangan Cracker Dari Internet dan Dalam Sistem
- Memasang proteksi perimeter di peripheri (pagar) seperti Firewall, Router untuk sistem LAN internal perusahaan anda. Proxy di peripheri untuk memisahkan IP Internet Siber yang beresiko (compromised) dengan IP Private untuk semua PC dan gadget dilingkungan LAN Perusahaan. Proxy untuk memisahkan IP dunia cyber yang berbahaya (compromised) dengan IP Private untuk semua PC dan gadget dilingkungan LAN Perusahaan.
- Anti virus, Anti Spam, Anti Malware, Sensor konten di Server dan disetiap PC serta peralatan Anti Insider Threat yang merupakan pertahanan berlapis (defence in depth) bagi sebuah korporasi dan enterprise.
F. Bahaya dan Cara Hindari Penipuan Phishing & Social Engineering di Internet
Sosial Engineering (SosEng) menggunakan metode penyamaran, misalnya menyaru
sebagai bos perusahaan dan menelpon satpam atau admin web untuk mendapatkan informasi
rahasia seperti password. Modus SosEng yang lain adalah mengaku customer service sebuah
bank atau kartu kredit dan minta informasi pribadi seperti pin atau data pribadi lainnya.
Phishing adalah upaya menyaru sebuah situs untuk melakukan penipuan. Kasus
phishing terkenal pernah menimpa Klikbca.com Si cracker ini menyaru Klikbca.com dengan
membuat beberapa situs yang mirip misalnya clickbca.com, clikbca.com atau Klik-bca.com.
Nah korban yang tidak teliti membaca domain akan tertipu masuk situs phishing milik
cracker. Selanjutnya cracker ini akan melakukan data mining pasword, login yang diketik
oleh si korban, karena si korban sekarang bukan masuk ke situs BCA resmi tapi masuk ke
situs si Cracker. Akhirnya si Cracker memiliki login dan password si korban dan dengan
cepat menguras saldo si korban dengan cara phishing
- Jangan panik dan tetap tenang menghadapi serangan phishing.
- Segera hubungi call center atau datangi kantor dari perusahaan yang asli atau sebenarnya. Jelaskan anda ditenggarai menjadi korban phishing, agar informasi rahasia korban yang sudah dimiliki pelaku phishing segera di reset dan diubah agar pelaku phishing tidak dapat menguras rekening bank si korban.
- Laporkan ke polisi agar situs penyamar pelaku phishing segera di blokir, ditutup dan pelaku phishing dikejar.
- Rubah semua password dan login informasi agar tidak disusupi oleh cracker tersebut.


0 Comments